
Love's Proposal: A Rainy Day at Jakarta Aquarium
FluentFiction - Indonesian
Loading audio...
Love's Proposal: A Rainy Day at Jakarta Aquarium
Sign in for Premium Access
Sign in to access ad-free premium audio for this episode with a FluentFiction Plus subscription.
Budi berdiri di depan tangki besar yang berkilauan di Jakarta Aquarium.
Budi stood in front of the large shimmering tank at Jakarta Aquarium.
Matanya tertuju pada ikan-ikan yang berenang lincah di dalamnya.
His eyes were fixed on the fish swimming gracefully inside.
Hari itu, awan kelabu menggantung di langit, menandakan musim hujan di Jakarta yang tengah berkuasa.
That day, gray clouds hung in the sky, signaling the rainy season in Jakarta was in full force.
Namun, hujan tidak menghentikan pengunjung.
However, the rain didn't deter the visitors.
Orang-orang berkerumun di sekitar tangki, terpukau oleh pemandangan bawah laut.
People crowded around the tank, captivated by the underwater scene.
Budi merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Budi felt his heart pounding faster than usual.
"Hari ini adalah hari yang besar," pikirnya.
"Today is a big day," he thought.
Di sisinya, Rina tersenyum, menikmati keindahan laut dalam.
Beside him, Rina smiled, enjoying the beauty of the deep sea.
Dewi, sahabat Budi, berdiri tak jauh, siap membantu sesuai rencana mereka.
Dewi, Budi's friend, stood not far away, ready to help according to their plan.
Di seberang tangki raksasa, suasana riuh.
Across from the giant tank, the atmosphere was bustling.
Seorang anak kecil, dengan mainannya, mendekat ke kaca.
A small child, with his toy, approached the glass.
Tiba-tiba *plup!
Suddenly *plup!
* mainan itu jatuh ke dalam air.
* the toy fell into the water.
Pengunjung mulai berbisik, menciptakan sedikit keributan.
Visitors began to whisper, creating a slight commotion.
Budi merasa gugup.
Budi felt nervous.
"Apa ini saat yang tepat?
"Is this the right moment?"
" gumamnya, ragu.
he muttered, uncertain.
Dewi melihat keresahan di wajah Budi.
Dewi saw the unease on Budi's face.
Ia segera bergerak, menciptakan gangguan kecil agar kerumunan teralihkan ke sudut lain.
She quickly moved to create a small distraction to shift the crowd's attention to another corner.
Dewi mulai berbicara dengan pengunjung lain tentang pertunjukan pinguin di dekat sana, membuat sebagian besar dari mereka beranjak pergi.
Dewi started talking to other visitors about the penguin show nearby, causing most of them to move away.
Melihat kesempatan, Budi mengambil napas dalam-dalam.
Seeing the opportunity, Budi took a deep breath.
Kini hanya tersisa Budi dan Rina di depan tangki.
Now, only Budi and Rina remained in front of the tank.
Ikan-ikan berwarna-warni berenang tenang, memberikan suasana menenangkan.
The colorful fish swam calmly, providing a soothing atmosphere.
"Ini saatnya," kata Budi pada dirinya sendiri, menguatkan hati.
"It's time," Budi said to himself, steeling his nerves.
"Budi, kenapa kelihatan gugup?
"Budi, why do you look nervous?"
" tanya Rina sambil tertawa kecil.
asked Rina with a small laugh.
Budi tersenyum, lalu bangkit berlutut.
Budi smiled, then knelt down.
"Rina, kamu tahu aku sayang kamu.
"Rina, you know I love you.
Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu.
I want to spend the rest of my life with you.
Will you marry me?
Will you marry me?"
" ucap Budi, suaranya sedikit bergetar.
Budi said, his voice trembling slightly.
Rina terkejut, matanya membesar.
Rina was surprised, her eyes widened.
"Oh Budi," katanya, air mata kebahagiaan mengalir.
"Oh Budi," she said, tears of happiness streaming down.
"Ya, aku mau!
"Yes, I will!"
" jawab Rina sambil memeluk Budi erat.
Rina replied, hugging Budi tightly.
Mereka berdiri berdua, dunia seakan hilang.
They stood together, as if the world disappeared.
Hanya ada mereka, ikan-ikan yang menjadi saksi cinta mereka, dan dewasa yang semakin percaya diri melangkah ke masa depan.
It was just them, the fish that witnessed their love, and adults who grew confident stepping into the future.
Di tengah musim hujan, di antara keindahan laut dalam Jakarta Aquarium, Budi dan Rina menemukan langit cerah dalam perasaan mereka.
Amidst the rainy season, among the deep-sea beauty at Jakarta Aquarium, Budi and Rina found a bright sky in their hearts.
Budi merasa lebih berani, siap memulai babak baru dalam hidupnya bersama Rina.
Budi felt braver, ready to start a new chapter in his life with Rina.
Sewaktu mereka meninggalkan tempat itu, Budi tak henti tersenyum, yakin pada langkah berani yang baru saja diambilnya.
As they left the place, Budi couldn't stop smiling, reassured by the bold step he just took.